2.2 Bauran
Pemasaran
Pengertian
bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat
dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan
pemasaran dalam pasar sasaran. Menurut Kotler(2000), bauran pemasaran adalah
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus
mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Ada banyak alat pemasaran,
McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran kedalam 4 faktor yang disebut the four Ps: Product, price, place, and promotion.
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut :
1. Produk
Adalah
segala sesuatu (meliputi obyek fisik, jasa, tempat, organisasi, gagasan ataupun
pribadi) yang dapat atau mampu ditawarkan produsen untuk diminta, dicari,
dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan
keinginannya.
a. Klasifikasi
produk konsumen :
1
Convenience
products, adalah produk konsumen yang sering diperlukan
tanpa banyak memerlukan usaha atau pertimbangan untuk memperolehnya karena
produk konsumen tersebut sudah sangat dikenal karena sering digunakan.
Contohnya, majalah, sabun.
2
Shopping
products, adalah produk konsumen konvenien yang berharga
bagi konsumen, sehingga memerlukan usaha dan memperbandingkan dahulu tentang kualitas,
merk, harga, penjual dan sebagainya sebelum menentukan pilihannya. Contohnya,
pakaian, alat-alat rumah tangga.
3
Specialty
products, adalah produk konsumen yang benar-benar diperlukan
konsumen, sehingga bersedia secara khusus untuk memperolehnya. Produk ini
sanagt khusus dan tidak memiliki barang pengganti. Contohnya, jam rolex,
pakaian rancangan desaigner terkenal,
mobil sport.
4
Unsought
products, adalah produk konsumen yang belum diperlukan
konsumen karena belum merasa perlu memilikinya. Contohnya, asuransi jiwa,
ensiklopedia.
b.
Atribut produk
Adalah unsur – unsur
produk yang mencerminkan pengembangan suatu produk untuk dapat dijadikan dasar
pengambilan keputusan pembelian. Unsur atribut produk meliputi
1. Kualitas
produk
Menurut Kotler dan
Amstrong(2004), berarti kemampuan suatu produk dalam memberikan kinerja sesuai
dengan fungsinya. Kualitas yang sangat baik akan membangun kepercayaan konsumen
sehingga merupakan penunjang kepuasan konsumen.
Sedangkan menurut C.M
Lingga Purnama(2003), dalam bukunya Strategic
Marketing Plan , “Suatu strategi penting untuk meningkatkan keunggulan
bersaing adalah perbaikan atau peningkatan mutu”. Mutu/kualitas produk
menunjukan sebuah produk menjalankan fungsinya.
2. Fitur
produk
Fitur produk merupakan
sarana kompetitif untuk membedakan produk satu dengan produk – produk pesaing
seperti yang dikemukakan oleh Kotler dan Amstrong(2004), bahwa fitur adalah
alat untuk bersaing yang membedakan produk suatu perusahaan dengan perusahaan
lainnya. Fitur produk identik dengan tidak dimiliki oleh produk lainnya.
Biasanya karakteristik yang melekat dalam suatu produk merupakan hasil
pengembangan dan peyempurnaan secara terus menerus.
3. Desain
produk
Desain memiliki konsep
yang lebih luas daripada gaya. Desain selain mempertimbangkan faktor
penampilan, juga untuk bertujuan memperbaiki kinerja produk, mengurangi biaya
produksi, dan menambah keunggulan bersaing. Menurut Kotler(2005), mengartikan
desain adalah totalitas keistimewaan yang mempengaruhi penampilan fungsi produk
dari segi kebutuhan pelanggan.
4. Merk
Merupakan nama,
istilah, tanda, simbol, desain, warna, gerak atau kombinasi atribut – atribut
produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan differensiasi
terhadap produk pesaing. Tujuan merk meliputi :
a. Sebagai
identitas, untuk membedakan produk satu perusahaan dengan produk pesaingnya
agar mudah dikenali konsumen.
b. Alat
promosi, yaitu sebagai daya tarik produk.
c. Untuk
membina citra, yaitu dengan memberikan keyakinan, jaminan kualitas kepada
konsumen.
d. Untuk mengendalikan pasar.
5. Kemasan
Merupakan proses yang
berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah untuk suatu produk. Tujuan
kemasan meliputi :
a. Sebagai
pelindung isi. Misalnya dari kerusakan, kehilangan, berkurangnya isi.
b. Memberikan
daya tarik yaitu artistik, warna, bentuk maupun desain.
c. Distribusi.
Misalnya mudah disusun, dihitung, dan ditangani.
d. Informasi,
yaitu menyangkut isi, pemakaian, dan kualitas.
6. Pemberian
label
Label merupakan bagian
dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dari penjual.
Menurut Stanton, et al(1994), secara garis besar terdapat 3 macam label :
a. Brand label,
yaitu merk yang diberikan pada produk pada kemasan.
b. Descriptive label,
yaitu label yang memberikan informasi obyektif mengenai penggunan, konstruksi
dan kinerja produk, serta karakteristik - karakteristik lainnya yang
berhubungan dengan produk.
c. Grade label,
yaitu label yang mengidentifikasi penilai kualitas produk dengan suatu huruf,
angka, atau kata.
7. Jaminan
Adalah janji yang
merupakan kewajiban produsen atau produknya kepada konsumen, dimana para
konsumen akan diberi ganti rugi bila produk ternyata tidak bisa berfungsi
sebagaimanan yang diharapkan dan dijanjikan.
2. Harga
Harga
adalah nilai pertukaran atas manfaat produk bagi konsumen maupun bagi produsen
yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, yen, rupee dan
sebagainya). Demi mendapatkan sebuah barang atau jasa yang diinginkan seorang
konsumen harus rela membayar sejumlah uang. Selain desain produk harga
merupakan variabel yang dapat dikendalikan dan menentukan diterima atau
tidaknya suatu produk oleh konsumen. Harga semata – mata tergantung pada
kebijakan perusahaan, tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal.
Murah atau mahalnya suatu produk sangat relatif sifatnya. Harga yang ditetapkan
pada dasarnya disesuaikan dengan apa yang menjadi pengharapan produsen. Harga
juga biasanya mencerminkan kualitas jasa dari produk yang menyertainya,
mencerminkan prestise, dan sebagainya.
a. Tujuan
penetapan harga. Catur dalam bukunya menyebutkan ada 4 tujuan utama yang dapat
diraih perusahaan melalui kebijakan harga yaitu
1. Bertahan
hidup
Jika perusahaan
menghadapi persaaingan gencar, kapasitas produk yang berlebih, maka peruasahaan
dapat menetapkan harga jual yan rendah agar pabrik dapat terus berproduksi dan
persediaan bisa berputar. Perusahaan inilah yang dapat bertahan hidup bisnisnya
sepanjang harga jualnya dapat menutup biaya variabel saja.
2. Memaksimalisasi
laba jangka pendek
Kebanyakan
perusahaan akan menentukan harga pada tingkat yang nantinya akan menghasilkan
keuntungan setinggi – tingginya. Dalam hal ini, perusahaan menekankan
keuntungan jangka pendek.
3.
Unggul dalam bagian pasar
Perusahaan
yang memiliki bagian pasar yang dominan akan menikmati struktur biaya yang
rendah dan keuntungan jangka panjang yang tinggi. Perusahaan ini berusaha keras
agar mendapat bagian pasar terbesar dengan cara menurunan harga jual serendah
mungkin.
4.
Unggul dalam kualitas.
Suatu
perusahaan mungkin berkeinginan menjadi pemimpin dalam hal kualitas produk di
pasarnya. Umumnya, perusahaan ini menetapkan harga jual yang lebih tinggi agar
bisa menetapkan biaya penelitian dan pengembangan dan biaya – biaya untuk
menghasilkan mutu produk yang tinggi.
b.
Faktor yang mempengaruhi tingkat harga
Dalm
kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor.
1.
Keadaan perekonomian
2.
Penawaran dan permintaan
3.
Elastisitas permintaan
4.
Persaingan
5.
Biaya
6.
Tujuan perusahaan
7.
Pengawasan pemerintah
3. Promosi
Promosi
adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan
produk pada pasar sasaran. Alat promosi yang sering digunakan dalam
mengkomunikasikan produk menurut Kotler dan Amstrong(2002) adalah :
a. Advertising,
yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa
oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.Sifat – sifat berikut dapat
diperhatikan :
1. Generalisasi
umum, periklanan yang bersifat umum memberikan semacam keabsahan pada produk
dan menyarankan tawaran yang terstandarisasi.
2. Tersebar
luas. Periklanan adalah medium yang berdaya sebar luasyang memungkinkan penjual
mengulang pesan berkali-kali.
3. Ekspresi
yang lebih kuat. Periklanan memberikan peluang untuk mendramatisasi perusahaan
dan produknya melalui penggunaan cetakan, suara dan warna yang penuh seni.
4. Tidak
bersifat pribadi. Iklan hanya mampu melakukan monolog, bukan dialog, dengan
audiens
Menurut
Kotler dan Amstrong(2002), ada beberapa jenis iklan berdasarkan tujuan yang
ingin dicapai yaitu
1. Periklanan
persuasif yaitu periklanan yang digunakan untuk membangun permintaan selektif
akan suatu merk dengan cara meyakinkan konsumen bahwa merk tersebut adalah merk
kelas terbaik dikelasnya.
2. Iklan
informatif yaitu iklan yang digunakan untuk memberi informasi kepada konsumen
mengenai suatu produk.
3. Iklan
perbandingan yaitu iklan secara langsung atau tidak langsung membandingkan satu
merk dengan merk lainnya.
4. Iklan
pengingat yaitu iklan yang dugunakan untuk menjaga konsumen agar konsumen tetap
berfikit mengenai suatu produk.
b. Personal selling,
yaitu interaksi langsung dengan satu calon pembeli atu lebih, guna melakukan
presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan. Menurut Kotler dan
Amstrong(2002), penjualan personal memilki tiga ciri khusus yaitu
1. Konfrontasi
personal. Penjualan personal mencakup hubungan yang hidup, langsung dan
interaktif antar dua orang atau lebih.
2. Mempererat.
Penjualan personal memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari
hubungan penjualan sampai hubungan persahabatan.
3. Tanggapan.
Penjualan personal membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan
pembicaraan wiraniaga.
c. Direct selling,
yaitu pemasaran menggunakan surat, telepon, e-mail, dan alat penguhubungnon
personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan
tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.
d. Sales promotion,
yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian
produk dan jasa. Jenis – jenis alat promosi penjualan menurut Kotler dan Amstrong(2002)
yaitu
1. Kupon,
yaitu sertifikat yang memberi pembeli potongan harga untuk pembelian produk
tertentu.
2. Kontes,
undian, permainan yaitu kegiatan promosi yang memberi konsumen peluan untuk
memenangkan sesuatu seperti uang atau barang, entah dengan keberuntungan atau
dengan usaha ekstra.
3. Sampel,
yaitu sejumlah kecil produk yang ditawarkan kepada konsumen untuk dicoba.
4. Paket
harga, yaitu pengurangan harga yang dicantumkan oleh produsen langsung pada
label atau kemasan.
5. Hadiah,
yaitu barang yang ditawarkan secara cuma – cuma yang berkaitan dengan produk
yang dijual.
e. Public relations,
yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan atau melindungi
citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan. Menurut Kotler dan
Amstrong(2002), Public Relations
biasanya melakukan fungsi – fungsi dibawah ini :
1. Hubungan
pers dan aktivitas pers
Menciptakan dan
menempatkan informasi bernilai berita dalam media untuk menarik perhatian
terhadap orang, produk atau jasa.
2. Publisitas
produk
Mempublikasikan produk
tertentu kepada masyarakat.
3. Kegiatan
masyarakat
Memupuk dan
mempertahankan hubungan komunitas nasional atau lokal.
4. Melobi
Membangun dan
mempertahankan hubungan dengan anggota pemerintahan.
5. Hubungan
investor
Mempertahankan hubungan
dengan pemegang saham dan relasi bisnis lainnya.
4. Tempat
(distribusi)
Disribusi adalah
kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar serta mempermudah penyampain
produk dan jasa dari produsen kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai
dengan yang diperlukan dan tepat pada waktunya. Fungsi utama distribusi adalah
memindahkan barang dari produsen ke konsumen, saluran distribusi mengatasi
kesenjangan dalam hal waktu, tempat dan kepemilikan yang memisahkan barang
serta jasa dari mereka yang menggunakannya.
Menurut Lamb(2001), pemilihan lokasi yang baik,
merupakan keputusan yang sangat penting. Pertama, karena keputusan lokasi
mempunyai dampak yang permanen dan jangka panjang, apakah lokasi tersebut telah
dibeli atau hanya disewa. Kedua, lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan usia di
masa mendatang. Lokasi yang dipilih haruslah mampu mengalami pertumbuhan
ekonomi sehingga usahanya dapat bertahan. Dan yang terakhir, apabila nilai
lokasi memburuk akibat perubahan lingkungan yang dapat terjadi setiap waktu,
mungkin saja usaha tersebut harus dipindahkan atau ditutup.
Lokasi adalah tempat dimana sesuatu berada. Lokasi
berarti berhubungan dengan dimana perushaan harus bermarkas dan melakukan
operasi.Dalam memilih lokasi untuk menjalankan suatu usaha, para pengusaha atau
pelaku usaha perlu mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya
1. Akses
yaitu kemudahan untuk menjangkau
2. Visibilitas
yaitu kemudahan untuk dilihat
3. Lalu
lintas, ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu banyaknya orang yang lalu
lalang bisa memberikan peluang yang besar terjadinya impuls buying dan
kepadatan serta kemacetan bisa mnjadi hambatan.
4. Tempat
parkir yang luas dan nyaman.
5. Ekspansi
yaitu tersedia tempat yang luas untuk perluasan di kemudian hari
6. Lingkungan
yaitu daerah sekitar yangmendukung jasa yang ditawaran
7. Persaingan
yaitu lokasi dengan pesaing sejenis
8. Peraturan
pemerintah