“IMPLEMENTASI
WAWASAN NUSANTARA BANGSA INDONESIA”
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Oleh : Dewi Murtikasari Dosen : Sri Waluyo
NPM : 12213294
Kelas : 2EA33

FAKULTAS
EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TAHUN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan
hidayah-Nya saya dapat
menyelesaikan tulisan dengan TEMA yaitu WAWASAN NUSANTARA dan
dengan JUDUL ”IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA BANGSA INDONESIA“ yang saya susun guna memenuhi
nilai Tugas Softskill pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan
Manajemen Universitas Gunadarma. Tidak lupa, saya ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini terutama kepada :
-Bp.
Sri Waluyo selaku Dosen Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
-Orang
tua saya yang telah memberi motivasi , dorongan dan semangat sehingga penulisan
ini dapat terealisasikan dengan baik.
Saya menyadari
dalam makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam isi maupun penyajiannya. Oleh karena
itu, saya sangat
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca bagi penyempurnaan penulisan ini. Harapan saya semoga makalah
ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bekasi, April 2015
Dewi
Murtikasari
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR
ISI .............................................................................................................. ii
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah.................................................................... 1
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
dan Pengertian Wawasan Nusantara........................... 2
2.2 Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara.................................. 2
2.3 Penerapan
Wawasan Nusantara............................................... 3
2.4 Cara Mengimplementasikan Wawasan Nusantara
Dalam ideologi Bangsa Indonesia............................................ 3
2.5 Pentingnya Wawasan Nusantara Dalam
Ideologi
Dalam Bangsa Indonesia.......................................................... 4
2.6 Penyebab Wawasan Nusantara Mulai
Dilupakan
Masyarakat Indonesia.............................................................. 4
BAB 3 KESIMPULAN
……………………………………………………… 6
BAB 4
DAFTAR PUSTAKA……………….................................................... 7
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara keanegaragaman memerlukan suatu perekat agar
bangsa guna memelihara keutuhan dan kedaulatan negaranya. Suatu bangsa dalam
menyelenggarakan kehidupannya tiak terlepasa dari pengaruh lingkungannya, yang
didasarkan atas hubungan timbale balik ahtara filosofi bangsa,ideology,aspirasi,dan
cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat,budaya dan
tradisi,keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah.
Kedaulatan, di samping salah satu
persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah rakyat dan
pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah
diletakkan melalui Deklarasi Djuanda13 Desember1957. Deklarasi tersebut
memiliki nilai sangat strategis bagi bangsaIndonesia, karena telah melahirkan
konsep Wawasan Nusantara yang
menyatukan wilayah Indonesia. Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan
tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah
kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tetapi pada dewasa ini wawasan nusantara
hanyalah dipandang sebagai konsep semata tidak diimplementasikan sebagaimana
mestinya, terbukti banyaknya konflik antar daerah yang terjadi di Indonesia
saat ini. Ini semua disebabkan karena sangat tingginya sentiment kedaerahan.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam
penyusunan makalah ini, saya merumuskan
beberapa masalah yang berhubungan dengan pembahasan antara lain:
1. Sejarah dan Pengertian Wawasan Nusantara
2. Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara
3.
Penerapan Wawasan Nusantara
4. Cara Mengimpelementasikan Wawasan
Nusantara dalam Ideologi Bangsa Indonesia
5. Pentingnya Wawasan Nusantara Dalam
Ideologi Bangsa Indonesia
6. Penyebab Wawasan Nusantara Mulai
Dilupakan Masayarakat Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Wawasan Nusantara
Kata wawasan berasal dari kata “wawas” ( bahasa Jawa )
yang berarti melihat atau memandang. Jika ditambah dengan akhiran –an maka
secara harfiah berarti cara penglihatan, cara tinjau, cara pandang.
Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari
bahasa Jawa Kuno yakni nusa yang berarti pulau, dan antara artinya lain.
Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang
falsafah Pancasila, latar belakang pemikiran aspek kewilayahan, aspek sosial
budaya dan aspek kesejarahan, terbentuklah satu wawasan nasional Indonesia yang
disebut dengan Wawasan Nusantara.Berdasarkan
Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, Wawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang
bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945adalah cara pandang dan sikap
bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan
dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelengarakan
kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Menurut ketetapan majelis permusyawarahan rakyat tahun 1993 dan 1998
tentang GBHN Wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber
pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional
Maka,
arti dari wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah
nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita – cita
nasionalnya.
2.2 Fungsi
dan Tujuan Wawasan Nusantara
Gagasan untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan
tersebutdikenal dengan Wasantara, singkatan dari Wawasan Nusantara. Bangsa
Indonesia menyadari bahwa bumi, air, dan dirgantara di atasnya serta kekayaan
alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan
sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, dengan konsep wawasan
nusantara bangsa Indonesia bertekad mendayagunakan seluruh kekayan alam, sumber
daya serta seluruh potensi nasionalnya berdasarkan kebijaksanaan yang terpadu,
seimbang, serasi dan selaras untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan
segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dengan tetap memperhatikan kepentingan
daerah penghasil secara proporsional dalam keadilan.
Wawasan Nusantara mempunyai fungsi sebagai pedoman, motivasi,
dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan,
tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah
maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Selain fungsi, Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme
yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan
kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku
bangsa atau daerah.
2.3 Penerapan
Wawasan Nusantara
a. Di bidang wilayah.
Adalah diterimanya konsepsi nusantara di
forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial
Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian
integral dari wilayah Indonesia.
b. Pertambahan
luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang
mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c. Pertambahan
luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara
tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
d. Penerapan
wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada
berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan
transportasi.
e. Penerapan
di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa
Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib
sepenanggungan dengan asas pancasila.
f. Di
bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh
rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi
berbagai ancaman bangsa dan Negara.
2.4 Cara
Mengimpelementasikan Wawasan Nusantara dalam Ideologi Bangsa Indonesia
Untuk dapat mengimplementasikan wawasan nusantara pada
ideologi bangsa Indoesia, sebelumnya kita harus terlebih dahulu memehami arti
dari wawasan nusantara, dan apa yang dijadikan ideologi oleh bangsa indonesia.
Sedangkan ideologi bangsa Indonesia adalah ideologi Pancasila yaitu sebuah
ideologi yang didasari dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Cara
mengimplementasi atau menerapkanwawasan nusantara dalam ideologi bangsa
Indonesia harus tercermin pada cara
berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah
menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi
wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah
tanah air secara utuh dan menyeluruh. Disini
masyarakat Indonesia harus memiliki sikap mendahulukan kepentingan umum dari
pada kepentingan pribadinya.
Selain itu pemerintah sebagai pemegang kekuasaan, ketika
membuat suatu kebijakan haruslah membuatnya dengan pandangan yang obyektif,
jadi obyektif disini harus membuat kebijakan untuk kesejahteraan umum bukan
untuk kesejahteraan pribadi atau kelompok tertentu. Cara pandang yang harus
dilakukan pemerintah disini, sebagaimana terdapat pada Undang-Undang No 28
Tahun 1999 Tentang Asas Umum Penyelenggaraan Negara.
2.5 Pentingnya Wawasan Nusantara Dalam
Ideologi Bangsa Indonesia
Wawasan
nusantara memiliki peranan penting bagi masyarakat Indonesia, karena wawasan
nusantara berfungsi sebagai visional (cara pandang) bagi masyarakat Idonesia.
Dengan adanya wawasan nusantara maka masyarakat akan mengetahuiwadah, isi dan
tata laku negara Indonesia.Dengan wawasan nusantara juga akan membangkitkan
semangat nasionalisme, cinta tanah air dan mejaga persatuan dan kesatuan
bangsa, karena kita akan mengetahui dan memahami bahwa Indonesia itu bukan
hanya tempat kita tinggal saja, contohnya seperti bandung saja.
Dengan kita memahami dan mengetahui wawasan nusantara maka
konflik-konflik antar daerah akan terhindarkan. Karena kita akan lebih
mengetahui makna dari persatuan dan kesatuan bangsa dan juga menyadari bahwa
daerah lain pun merupakan saudara kita karena, sama-sama berada di wilaya
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga konflik-koflik dan sentiment
kedaerahan akan terhindarkan. Wawasan nusantara perlu dipupuk sejak dini kepada
generasi penerus bangsa, karena hanya dengan itulah keutuhan NKRI akan terjaga.
2.6 Penyebab Wawasan Nusantara Mulai
Dilupakan Masayarakat Indonesia
Dewasa
ini wawasan nusantara mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia salah satu
penyebabnya adalah faktor globalisasi. Masyarakat iondonesia secara tidak
langsung dirasuki oleh ideologi lain yang jelas-jelas bertentangan dengan
indeologi bangsa kita. Contohnya masyarakat Indonesia kini lebih memandang
segala aspek kepada paham liberal yang segala ingin bebas, padahal jelas bahwa
Indonesia memiliki dasar falsafah yaitu Pancasila yang mengatur tatalaku bangsa
Indonesia, sehingga tidak dapat berbuat seenaknya.
Kita
juga tidak dapat memungkiri bahwa faktor globalisasi sedikit demi sedikit akan
merusak dan menghancurkan integritas bangsa Indonesia jika kita tidak memiliki
pondasi yang kokoh untuk menahannya. Dengan masuknya paham-paham asing kedalam
bangsa kita baik di bidang budaya, politik, sosial, ekonomi dll akan memecahkan
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.Selain
yang disebabkan oleh faktor yang dating dari luar terdapat juga faktor dari
dalam yang menyebabkan wawasan nusantara mulai dilupakan dewasa ini yaitui
masyarakat Idonesia kurang memahami hakikat dari nasionalisme. Cotohnya : di
saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong,
sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih
mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkan negara lain dibandingkan
kepentingan negaranya.
Untuk
itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk
dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis
multidimensi.
BAB
III
KESIMPULAN
1.
Wawasan Nusantara mempunyai fungsi sebagai pedoman, motivasi,
dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan,
tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah
maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
2. Cara mengimplementasi atau
menerapkan wawasan nusantara dalam ideologi bangsa Indonesia harus tercermin
pada cara berpikir,
bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut
kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Peranan penting wawasan nusantara akan membangkitkan semangat nasionalisme, cinta tanah air
dan mejaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena kita akan mengetahui dan
memahami bahwa Indonesia itu bukan hanya tempat kita tinggal saja
4.
Wawasan Nusantara dilupakan masyarakat dengan
masuknya paham-paham asing kedalam bangsa kita baik di bidang budaya, politik,
sosial, ekonomi dll yang mengakibatkan pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia dan masyarakat Indonesia.
BAB
IV
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Kaelan
(2004), Pendidikan Pancasila. Yogyakarta :
Paradigma
2.
Lemhanas
(2001), Pendidikan Kewarganegaraan Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama
3.
Notonagoro
(1988), Pancasila Dasar Falsafah Negara. Jakarta
: PT Bina Aksara
4. Rozak,
Abdul dan Ubaedillah (2009) Pendidikan Kewarganegaraancxcx,
Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat madani. Jakarta : ICCE UIN Syarif Hidayatullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar