Jumat, 11 Desember 2015

PERILAKU KONSUMEN " SOFTSKILL MINGGU KE-2 INDIVIDU "

2. Jabarkan faktor psikologi dalam hubungan manajemen strategi suatu pemasaran
Jawab   :
a.    Motivasi
        Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 20013, p.214)

b.    Persepsi
                Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, bowen, makens, 2003, p.215).
Engel, Blackwell and Miniard menyatakan ada 5 tahap pengolahan informasi yaitu
1. Pemaparan (exposure) è pemaparan stimulus, yang menyebabkan konsumen  menyadari stimulus tersebut melalui panca inderanya
2.  Perhatian (attention) è kapasitas  pengolahan  yang  dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk
3.    Pemahaman (comprehension) è interpretasi terhadap makna stimulus
4.    Penerimaan (acceptance) è dampak  persuasif  stimulus  kepada konsumen
5.    Retensi è pengalihan makna stimulus & persuasi ke ingatan jangka panjang

c.     Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
Seorang  konsumen  yang  menyukai  produk tertentu,  memilih  produk  tertentu  dan  loyal  terhadap  merek  tertentu, merupakan  hasil  dari  suatu  proses  belajar  konsumen.  Pemasar  perlu memahami bagaimana konsumen  belajar, karena pemasar berkepentingan untuk  mengajarkan  konsumen  agar  konsumen  bisa  mengenali  iklan produknya,  mengingatnya,  menyukainya  dan  membeli  produk  yang dipasarkan. Syarat proses belajar:                                                                  
           -         Motivasi è daya dorong dari dalam diri konsumen, muncul karena adanya  kebutuhan 
           -         Isyarat  èstimulus  yang  mengarahkan  motivasi  tersebut.  Iklan, kemasan,  harga  dan  produk                display  adalah  stimulus/isyarat  yang mempengaruhi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.
           -         Respon è reaksi terhadap isyarat.
           -       Pendorong  atau  penguat èsesuatu  yang  meningkatkan kecenderungan  seorang  konsumen                untuk  berperilaku  pada  masa datang karena adanya isyarat atau stimulus.
Proses belajar perilaku terbagi atas:
1.       Proses belajar classical conditioning adalah suatu teori belajar yang mengutarakan  bahwa  makhluk  hidup  baik  berupa  manusia  atau binatang adalah makluk pasif yang bisa dijarkan perilaku tertentu melalui pengulangan (conditioning/repetition)
2.       Proses belajar instrument conditioning/operant conditioning adalah proses  belajar yang terjadi pada diri konsumen  akibat konsumen menerima  imbalan  yang  positif  atau  negatif (reward) karena mengkonsumsi suatu produk sebelumnya.
3.       Proses belajar vicarious learning/observational or social learning adalah  proses  belajar  yang  dilakukan  oleh  konsumen  ketika  ia mengamati tindakan dan perilaku orang lain dan konsukuensi dari perilaku tersebut.

d.    Keyakinan sikap
        Sikap  konsumen  adalah  faktor penting yang  akan  mempengaruhi konsumen. Konsep sikap sangat terkait dengan kepercayaan dan perilaku. Sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu obyek apakah disukai atau tidak. Menurut Fisbein bahwa penilaian atribut dilihat dari 
            a.       Belief/keyakinan
           Jumlah keyakinan/kepercayaan utama tentang obyek sikap nilainya cenderung tidak lebih dari 7                  atau 9, karena keterbatasan kapasitas konsumen dalam menerjemahkan dan mengintegrasikan                    informasi.
            b.      Evaluasi terhadap atribut.
            Mencerminkan seberapa baik konsumen menilai suatu atribut.

        Sikap ditujukan pada konsep: (a) obyek (fisik, social,pemasaran) dan (b) perilaku terhadap obyek (tindakan masa lalu dan tindakan masa depan). Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap antara lain:
a.       Pengalaman pribadi 
b.      Pengaruh keluarga dan teman-teman
c.       Direct marketing
d.      Media masa
e.      Karakteristik individu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar